ANALISA JURNAL PETA PETA KERJA

Analisis Penulisan Jurnal

PETA - PETA KERJA

Oke Sofyan,Ita Novita Sari
Mahasiswa Jurusan Teknik Industri, Universitas Gunadarma, Jakarta
Kampus J Universitas Gunadarma Jl. KH. Noer Ali, kalimalang, Bekasi
Telp: (021) 94122603
Email: brekele_bmc@yahoo.co.id, okeita-oke.blogspot.com


  1. Pada judul menggunakan font Times New Roman huruf kapital.
  2. Font size yang digunakan pada judul adalah 14.
  3. Pada abstrak hurufnya menggunakan huruf miring (italic).
  4. Kata kunci yang digunakan dalam jurnal sebanyak 3 buah.
  5. Pada jurnal ini terdapat 6 bab.
  6. Pada bab 1 terdapat 3 sub bab, yaitu latar belakang, perumusan masalah dan tujuan penulisan.
  7. Pada bab 2 terdapat 5 sub bab yaitu definisi peta kerja, lambang yang digunakan, macam macam peta kerja, peta proses operasi dan peta aliran operasi.
  8. Pada bab 3 terdapat 3 sub bab yaitu deskripsi, peralayan dan bahan yang digunakan dan gambar produk.
  9. Pada bab 4 terdapat 2 sub bab yaitu pembahasan dan analisa.
  10. Pada bab 5 terdapat 2 sub bab yaitu kesimpulan dan saran.
  11. Pada masing-masing bab dan juga sub bab hurufnya menggunakan bold.
  12. Font style yang digunakan pada jurnal adalah Times New Roman
  13. Font size yang digunakan pada jurnal adalah 12.
  14. Pada daftar pustaka, buku yang dijadikan referensi sebanyak 3 buah.
  15. Gambar yang terdapat pada bab 3 sebanyak 2 gambar.
  16. Gambar yang terdapat pada bab 4 sebanyak 10 gambar.
  17. Pada jurnal ini menggunkan margin rata kanan kiri (Justify).
  18. Simbol yang digunakan pada sub bab yang terdapat pada bab 2 sebanyak 6 buah.
  19. Kalimat bahasa inggris ditulis dengan huruf miring (italic) contohnya: hardboard, cutter dan discover.
  20. Pada setiap awal kalimat diawali dengan huruf kapital.
  21. Pada setiap akhir kalimat diakhiri dengan tanda titik (.).
  22. Pada penyebutan bagian bagian menggunakan number allignment : left. Contohnya 1.
  23. Pada setiap gambar dilengkapi dengan keterangan gambar yang sesuai dengan posisi bab.
  24. Didalam penulisan daftar pustaka, nama penulis ditulis dengan nama belakang dahulu yang diikuti dengan tanda koma (,) kemudian disusul dengan nama depannya.
  25. Didalam penulisan daftar pustaka, judul buku ditulis dengan huruf miring (italic).
  26. Didalam penulisan daftar pustaka, kota terbit buku ditulis lebih dahulu kemudia disusul dengan penerbitnya
  27. Didalam penulisan daftar pustaka, tahun penerbitan buku ditulis paling akhir
  28. pada setiap kutipan teori, ditulis nama penulis beserta tahun terbitnya. contoh: (wignjosoebroto, 1992).
  29. nama asosiasi ditulis dengan huruf miring (italic) dengan masing masing awal kata ditulis kapital. contoh: American Society of Mechanical Engineers (ASME).
  30. setiap awal kalimat dari awal paragraf ditulis dengan huruf menjorok kedalam (increase indent). 
sumber jurnal: https://okesofyan.files.wordpress.com/2011/11/jurnal-pap-yang-separuh.pdf

Formulasi masalah: Definisi Masalah Ilmiah

Karya tulis ilmiah merupakan tulisan mengenai argumentasi / pendapat dari penulis yang juga berisi  logika yang juga keberadaanya didukung dengan permasalahan yang didapatkan penulis dari lingkungan sekitar. Dalam proses penulisan karya ilmiah penulis menjalankan 2 tahap pekerjaan dalam merumuskan permasalahan karya ilmiah dan  menyelesaikan permasalahan ilmiah. Yaitu, tahap pertama, penulis mengeluarkan gagasannya dan juga pikirannya dengan menambahkan referensi dan juga bukti berupa membaca buku yang bisa dijadikan referensi, kemudian penulis juga dapat berdiskusi agar menemukan bentuk yang jelas dari permasalahan ilmiah tersebut. Kemudian tahap kedua, penulispun mengeluarkan pendapatnya dalam karya tulis ilmiah yang sedang dibuatnya. Proses inilah yang dinamakan dengan menggabungkan argumentasi/ pendapat yang juga berisi permasalahan yang didukung dengan bukti. Kedua proses tersebut saling terkait dan berpengaruh dalam karya tulis yang dikerjakan. Kedua proses tersebut harus berpadu dan sistematik agar dapat memberikan kejelasan mengenai permasalah ilmiah dari karya ilmiah tersebut. Semua alur dan isinya sangat dipengaruhi oleh campur tangan sang penulis.
Namun dalam penulisan karya tulis ilmiah, penulis bisa menjadi kebingungan dalam merumuskan masalah ilmiah. Penulis juga bisa keluar dari jalur yang sudah direncanakan dengan baik, hal ini biasanya disebabkan terpecahnya konsentrasi penulis pada hal lain yang tidak berhubungan dengan permasalahan ilmiah pada karya tulis ilmiahnya. Hal inilah yang menyebabkan tidak tersampaikannya hal yang diinginkan penulis dengan baik. Maka dari itu, penulis diharapkan lebih teliti dan cermat dalam merumuskan rumusan permasalahan ilmiah agar terhindar dari kesalahpahaman antara penulis dengan orang yang membaca karya tulis ilmiah tersebut. Dalam menulis karya ilmiahnya, penulis harus mampu merumuskan permasalahan dengan jelas dan spesifik agar penulis dapat menyelesaikan permasalahan ilmiah yang sedang dihadapi dengan solusi yang tepat.
Jadi, penulisan karya ilmiah dimaksudkan untuk menyelesaikan masalah ilmiah yang didapatkan oleh penulis di lingkungan sekitar dengan menggabungkan logika, teori dan juga bukti yang didapatnya. Disini penulis merasa tertantang untuk dapat menjawab masalah yang ditemukannya. Permasalahan ilmiah adalah hal yang sangat berpengaruh dalam karya ilmiah ini. Karena keberadaanya ini yang sangat penting maka penulis harus dapat mengelompokkan permasalahan ilmiah yang kompleks menjadi rumusan yang lebih sederhana, jelas dan juga spesifik. Misalnya terdapat sebuah rumusan masalah seperti “BAGAIMANA PERAN USAHA RAKYAT DALAM PROSES PEREKONOMIAN INDONESIA?”. Rumusan yang dibuat tersebut belum bisa dikategorikan sebagai perumusan masalah yang jelas. Rumusan masalah yang dibuat seperti itu masih bisa menimbulkan pertanyaan lainnya. Misalnya, kategori usaha apa yang menjadi kategori penulis yang dijadikan masalah penelitian, apakah: usaha mikro, usaha menengah atau usaha besar? Jadi untuk mengahindari pertanyaan lain yang mengganjal maka penulis haruslah berupaya semaksimal mungkin dalam membangun rumusan yang lebih jelas dan lebih spesifik pula dibandingkan dengan rumusan yang sebelumnya. Hal ini bertujuan agar orang lain yang membacanya akan lebih mudah memahami masalah ilmiah apa yang sang penulis sedang coba selesaikan dan tidak menimbulakan pertanyaan lain yang dapat mengganjal orang yang membca karya tulis ilmiah tersebut. Jika penulis mampu memberikan rumusan masalah yang tepat maka penulis juga akan mampu myelesaikan permasalahan ilmiah yang dimilikinya. Jika penulis berhasil membangun karya tulis dari permasalahn ilmiah miliknya dengan baik, maka hal ini juga akan membuat orang-orang yang membaca karya tuls miliknya menjadi orang yang lebih peduli dengan permasalahan seperti itu. Ini juga dapat menimbulkan munculnya kembali kepedulian sosial yang semakin memudar. Disinilah letak keberhasilan penulis dalam membangun karya tulis ilmiahnya.


Easily Interested in Many Things

Fernanda Dyah Ayuningtyas
Lihat profil lengkapku

Gunadarma University

Gunadarma University
gunadarma
Diberdayakan oleh Blogger.