BAB 2 DAN BAB 3
ILMU SOSIAL DASAR BAB 2 DAN BAB 3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang.
Belakangan
ini, pertumbuhan penduduk indonesia terutama di kota besarnya sangat besar. Pertumbuhan
penduduk ini pun paling besar berasal dari golongan menengah ke bawah. Inilah yang
membuat pemerintah sedikit kesulitan mengendalikan jalannya roda pemerintahan
karena rakyatnya sendiri kesulitan dalam mengatur perekonomian keluarganya
sendiri. Permasalah kesulitan disini berasal dari pertumbuhan penduduk yang tak
terkendali yang salah satunya
menyebabkan kurangnya ketersediaan lapangan pekerjaan di luar sana. Contohnya saja
ada pasutri yang memiliki anak sebanyaak 9 orang. Disinilah kesulitannya,
keluarga tersebut merupakan masyarakat ekonomi golongan menengah ke bawah,
kesehariannya sangatlah sulit untung menopang hidup sendiri, mulai dari masalah
makan sehari hari, sekolah dan lain lain. Jadi untuk memikirkan pendidikan anaknya
pun seadanya saja hanya sampai batas SMA. Sang anak pun juga nantinya akan
kesulitan jika hanya diberi pendidikan sampai SMA karena tidak mendapat skill
khusus untuk kehidupan masa depan nya kelak.
1.2 Rumusan
Masalah
a.
Apa saja Faktor utama demografi yang mempengaruhi
pertumbuhan penduduk?
b.
Apa Pengertian Migrasi dan sebutkan Jenis-Jenis Migrasi!
c.
sebut dan
jelaskan 3 jenis struktur panduduk!
1.3 Tujuan masalah
a. Mengetahui hal hal yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk saat ini
b. menjelaskan faktor utama demografi yang berpengaruh terhadap pertumbukan
penduduk.
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Faktor utama demografi yang mempengaruhi
pertambahan penduduk:
1. Kematian
Kematian
adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian
bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka
kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya
kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan
faktor penghambat kematian (anti mortalitas).
a) Faktor
pendukung kematian (pro mortalitas).
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah:
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah:
·
Sarana kesehatan yang kurang memadai.
·
Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap
kesehatan
·
Terjadinya berbagai bencana alam
·
Terjadinya peperangan
·
Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan
industri
·
Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
b) Faktor
penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:
·
Lingkungan hidup sehat.
·
Fasilitas kesehatan tersedia dengan
lengkap.
·
Ajaran agama melarang bunuh diri dan
membunuh orang lain.
·
Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
·
Semakin tinggi tingkat pendidikan
penduduk.
Ada
beberapa jenis perhitungan angka kelahiran yaitu:
·
Angka Kematian Kasar ( Crude Death
Rate/CDR )¶
Angka kematian kasar adalah yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu.
Angka kematian kasar adalah yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu.
·
Angka Kematian Khusus Menurut Umur Tertentu
(Age Specific Death Rate = ASDR)
Angka kematian khusus menurut umur tertentu dapat digunakan untuk mengetahui kelompok-kelompok usia manakah yang paling banyak terdapat kematian. Umumnya pada kelompok usia tua atau usia lanjut angka ini tinggi, sedangkan pada kelompok usia muda jauh lebih rendah.
Angka kematian khusus menurut umur tertentu dapat digunakan untuk mengetahui kelompok-kelompok usia manakah yang paling banyak terdapat kematian. Umumnya pada kelompok usia tua atau usia lanjut angka ini tinggi, sedangkan pada kelompok usia muda jauh lebih rendah.
·
Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate =
IMR)¶
Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi tiap seribu bayi yang lahir. Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun.
Besarnya angka kematian bayi dapat dijadikan petunjuk atau indikator tingkat kesehatan dan kesejahteraan penduduk.
Pada umumnya bila masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka tingkat kematian bayi tinggi.
Untuk angka kematian bayi ukurannya sebagai berikut:
- Rendah, jika IMR antara 15-35.
- Sedang, jika IMR antara 36-75.
- Tinggi, jika IMR antara 76-125.
Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi tiap seribu bayi yang lahir. Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun.
Besarnya angka kematian bayi dapat dijadikan petunjuk atau indikator tingkat kesehatan dan kesejahteraan penduduk.
Pada umumnya bila masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka tingkat kematian bayi tinggi.
Untuk angka kematian bayi ukurannya sebagai berikut:
- Rendah, jika IMR antara 15-35.
- Sedang, jika IMR antara 36-75.
- Tinggi, jika IMR antara 76-125.
2. Kelahiran
( Natalitas ).
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas)
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas)
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
·
Kawin pada usia muda, karena ada
anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
·
Anak dianggap sebagai sumber tenaga
keluarga untuk membantu orang tua.
·
Anggapan bahwa banyak anak banyak
rejeki.
·
Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
·
Anggapan bahwa penerus keturunan adalah
anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin
mempunyai anak lagi.
Faktor pro natalitas mengakibatkan
pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.
Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
·
Adanya program keluarga berencana yang
mengupayakan pembatasan jumlah anak.
·
Adanya ketentuan batas usia menikah,
untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19
tahun.
·
Anggapan anak menjadi beban keluarga
dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
·
Adanya pembatasan tunjangan anak untuk
pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2.
·
Penundaaan kawin sampai selesai
pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
Faktor – faktor
penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu negara antara lain :
1. Kepercayaan
dan agama
Faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Ada agama atau kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti KB. Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila peserta KB banyak
Faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Ada agama atau kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti KB. Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila peserta KB banyak
2. Tingkat
pendidikan
Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang berarti pula penundaan kelahiran. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang merencanakan jumlah anak secara rasional.
Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang berarti pula penundaan kelahiran. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang merencanakan jumlah anak secara rasional.
3. Kondisi
perekonomian
Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencanaan jumlah anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya. Jika suatu negara berlaku seperti itu maka penduduknya menjadi banyak.
Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencanaan jumlah anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya. Jika suatu negara berlaku seperti itu maka penduduknya menjadi banyak.
4. Kebijakan
pemerintah
Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau penambahan jumlah kelahiran. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak stabil misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran
Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau penambahan jumlah kelahiran. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak stabil misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran
5. Adat
istiadat di masyarakat
Kebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk. Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya, ada yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau sebaliknya, sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya.
Kebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk. Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya, ada yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau sebaliknya, sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya.
6. Kematian
dan kesehatan
Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi yang rendah akan menambah pula jumlah kelahiran.
Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi yang rendah akan menambah pula jumlah kelahiran.
7. Struktur
Penduduk
Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur, jumlah kelahiran lebih tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non produktif (misalnya lebih banyak anak-anak dan orang-orang tua usia).
Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur, jumlah kelahiran lebih tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non produktif (misalnya lebih banyak anak-anak dan orang-orang tua usia).
Untuk menentukan jumlah kelahiran dalam
satu wilayah digunakan angka kelahiran (Fertilitas). Angka kelahiran yaitu
angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk
dalam waktu satu tahun.
Pengukuran Fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut :
Pengukuran Fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut :
1. Sulit
memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak bayi – bayi yang meninggal
beberapa saat setelah kelahiran, tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran
atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
2. Wanita
mempunyai kemungkinan melahiran dari seorang anak ( tetapi meninggal hanya
sekali )
3. Makin tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa
kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
4. Di
dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita
mempunyai kemungkinan untuk melakukan.
Ada dua istilah asing yang kedua –
duanya diterjemahkan sebagai kesuburan, yaitu :
a. Facundity
( kesuburan ).
Facudity adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
Facudity adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
b. Fertility
( fertilitas )
Fertility adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita.
Fertility adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita.
1. Angka
Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)
Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.
Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.
2. Angka
Kelahiran Menurut Kelompok Umur (Age Specific Fertiliy Rate = ASFR ). Kita
dapat mengetahui kelompok umur mana yang paling banyak terjadi kelahiran.
2.2 Migrasi
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.
Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :
Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.
Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :
1. Persediaan
sumber daya alam
2. Lingkungan
social budaya
3. Potensi
ekonomi
4. Alat
masa depan
Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.
Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.
Migrasi merupakan perpindahan penduduk,
dalam migrasi memiliki jenis-jenis atau macam-macam migrasi dalam dalam Pengertian
Migrasi, Migrasi adalah perpindahan atau gerak penduduk dari suatu daerah
ke daerah lain. perpindahan penduduk selain imigrasi terdapat juga transmigrasi
dan
urbanisasi.
Perpindahan penduduk dari migrasi memiliki berbagai jenis-jenis yang pengertian
dan fungsinya berbeda-beda satu dengan yang lainnya jenis-jenis migrasi
seperti Remigrasi, imigrasi, evakuasi, migrasi, forensen (ngalaju), turisme,
dan week and (berakhir pekan). Berikut ini adalah jenis jenis migrasi.
Jenis-Jenis Migrasi
1.
Remigrasi adalah
perpindahan penduduk untuk kembali ke tanah asalnya semula. Misalnya, karena
sudah tua, seseorang kembali ke daerah asalnya agar setelah mati dapat dikubur
di daerah asalnya.
2.
Imigrasi
adalah perpindahan penduduk dan negara asing untuk menetap dan menjadi warga
negara di negara yang baru didatanginya. Misalnya, seseorang dari Indonesia
pindah ke Amerika Serikat. Bagi Amerika Serikat orang tersebut disebut imigran.
3.
Evakuasi adalah perpindahan
atau pengungsian penduduk dari tempat tinggalnya karena gangguan
keamanan/bencana. Misalnya, korban bencana alam.Emigrasi adalah
pindahnya sekelompok penduduk atau perorangan dari suatu negara ke negara
4.
lain. Misalnya, orang Indonesia yang menetap
di Jepang. Bagi Indonesia disebut emigran, bagi Jepang disebut imigran.
5.
Forensen (nglaju) adalah
orang yang tinggal di desa (luar kota), tetapi mempinyai mata pencaharian di
kota sehingga setiap hari pulang pergi dalam perjalanan. Hal itu disebabkan
oleh sulitnya perumahan di kota. Misalnya, banyak orang bekerja di Jakarta,
tetapi bertempat tinggal di luar Jakarta.
6.
Turisme
adalah perjalanan ke daerah-daerah pariwisata. Misalnya, orang yang berwisata
ke daerah wisata, seperti Bali, Danau Toba, Borobudur, dan Tana Toraja.
7.
Week end (berakhir
pekan) adalah kegiatan bepergian ke luar kota pada akhir minggu untuk menghirup
udara segar. Misalnya, orang Jakarta berakhir pekan ke Puncak, Jawa Barat
2.3 Tiga jenis
struktur penduduk
Komposisi penduduk adalah suatu
Negara yang mempunyai wilayah yang luas dan juga banyak penduduk didalam satu
Negara tersebut, dari penduduk tersebut banyaknya, akan dikelompokan pada
kriteria-kriteria tertentu. Biasanya dalam pengelompokan itu kriteria yang
diambil kebanyakan adalah umur, jenis kelamin, mata pencaharian, dan tempat
tinggal semua itu dikelompokkan demi tidak terjadi masalah-masalah sepele yang
timbul dikarenakan terjadi karena hanya sebuah hal sepele. Dalam suatu keluarga
ada kepala keluarga yang mempunyai mata pencaharian sebagai pegawai negeri
sipil yang mempunyai gaji sebesar 3 juta rupiah dalm sebulan didalam suatu
pengelompokan penduduk kelurga ini termasuk keluaraga yang cukup mampu. Didalam
dunia ada 3 jenis struktur yang dipakai dalam satu Negara atau wilayah yang
dikelompokan berdasarkan umur yaitu
·
Struktur
penduduk muda adalah apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar
panduduknya muda struktur ini dimulai dengan umur 0-14 tahun
·
Struktur
penduduk dewasa adalah apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar
panduduknya dewasa struktur ini dimulai dengan 15-64 tahun
·
Struktur
penduduk tua adalah apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar
panduduknya tua tidak terdaftar lagi struktur ini dimulai dari 65 tahu
keatas/senja
BAB III
PENUTUP
3.1 Analisis:
Keluaraga yang memiliki anak yang
banyak mempunyai masalah keseharian yang kompleks. Mulai dari masalah sekolah
yang kurang terjamin, rumah yang sempit untuk ditinggali 11 orang hingga
berdampak ke psikologis anak karena mungkin perhatian orang tuanya terpecah ke
anak anak yang lainnya. Sekolah anak pun pasti terbentur karena masalah ekonomi
orang tua yang pas-pasan. Maka dari itu sang orang tua hanya menyekolahkan
anaknya paling tinggi hingga SMA. Anak yang mulai beranjak dewasa pun kesulitan
dalam mengembangkan kemampuan dirinya di masa depan kelak karena tidak
mendapatkan skill khusus untuk membantu masa depannya sendiri.
3.2 Kesimpulan:
Masyarakat yang mempunyai anak yang
banyak sangat sulit mengatur kehidupan kesehariannya. Sebaiknya masyakarakat
juga mengikuti aturan pemerintah tentang kb agar mudah dalam membiayai
kehidupan sehari harinya. Dalam urusan pendidikan sanag anak pun nantinya akan
terjamin karena kesulitannya setidaknya tidak tinggi.
Referensi
:
·
wartawarga.gunadarma.ac.id
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Di
zaman modern ini, memungkinkan arus globalisasi yang pesat dan mampu menembus
berbagai batas negara dan mampu menghapus batasan antar negara. Globalisasi
tersebut juga kemudian membawa efek kebudayaan barat yang berpengaruh terhadap
perkembangan indonesia dalam berbagai hal mulai dari sosial, budaya dan
teknologinya. Indonesia yang yang merupakan budaya timur pun mulai terkena
budaya barat nya akibat dari globalisasi. Di dalam budaya timur kehidupan
masyarakat yang hangat selalu dijunjung tinggi dalam kehidupan sehari hari.
Namun karena pengaruh budaya barat yang salah dicerna oleh masyarakat awam,
terkadang masyarakat salah mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari.
Akibatnya kehidupan masyarakat indonesia yang dulunya menjunjung budaya timur
mulai tergeser dengan kebudayaan barat yang negatif, walaupun masih banyak juga
sisi kebudayaan barat yang positif. Contoh yang sering sekali terjadi adalah
anak sd yang menirukan aksi jagoan kepada temannya yang ia tonton di acara tv
luar negeri yang menyebabkan temannya meninggal, padahal masih banyak acara
luar negeri diluar sana yang lebih baik seperti acara belajar dan mengasah
kemampuan berkarya anak.
1.2 Rumusan
Masalah
a.
Pengertian dari individu dan pertumbuhan?
b.
faktor-faktor yang
mempengaruhi pertumbuhan.
c.
pengertian fungsi
keluarga, dan sebutkan jenis dari fungsi keluarga.
d.
pengertian
keluarga, dan masyarakat.
e.
sebutkan 2 golongan masyarakat
1.3 Tujuan masalah
a.
masayarakat mengerti hubungan antara individu dengan masyarakat dalam
keseharian
b.
masyarakat mengerti olongan yang ada didalam masyarakat
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
pengertian individu dan pertumbuhan
Individu
merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu
berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah
lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri
dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial
tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.
Individu
berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Dalam
ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwa yang
majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu merupakan
kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia
keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki
peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam
individu yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek
sosial. Dimana aspek aspek tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu
rusak maka akan merusak aspek lainnya. Apabila pola tingkah lakunya hampir
identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses yang meningkatakan
ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada dirinya sendiri, disebut
proses individualisasi atau aktualisasi diri. Dalam proses ini maka individu
terbebani berbagai peranan yang berasal dari kondisi kebersamaan hidup, yang
akhirnya muncul suatu kelompok yang akan menentukan kemantapan satu
masayarakat. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada tiga
kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan
individualitasnya. Kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga mempengaruhi
masyarakat. (Hartomo, 2004: 64). Dengan demikian manusia merupakan mahluk
individual tidak hanya dalam arti keseluruhan jiwa-raga, tetapi merupakan
pribadi yang khas, menurut corak kepribadiannya dan kecakapannya.
2.2
faktor faktor yang mempengaruhi
pertumbuhan
a.
kelahiran (fertilitas)
- Pengukuran Fertilitas Tahunan adalah pengukuran kelahiran bayi pada tahun tertentu dihubungkan dengan jumlah penduduk yang mempunyai resiko untuk melahirkan pada tahun tersebut. Adapun ukuran – ukuran fertilitas tahunan adalah :
- Tingkat Fertilitas Kasar
(Crude Birth Rate )
Adalah banyaknya kelahiran hidup pada satu tahun tertentu tiap 1000 penduduk. - Tingkat Fertilitas Umum (General
Fertility Rate )
Adalah jumlah kelahiran hidup per.1000 wanita usia reproduksi (usia 14 14-49 atau 15 15-44 th th) ) pada tahun tertentu. - Tingkat Fertilitas Menurut
Umur (Age Specific Fertility Rate )
Adalah perhitungan tingkat fertilitas perempuan pada tiap kelompok umur dan tahun tertentu. - Tingkat Fertilitas Menurut
Urutan Kelahiran (Birth Order Specific Fertility Rates Rates)
Adalah perhitungan fertilitas menurut urutan kelahiran bayi bayioleh oleh wanita pada umur dan tahun tertentu. - Pengukuran Fertilitas Kumulatif
Adalah pengukuran jumlah rata rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan hingga mengakhiri batas usia suburnya. Adapun ukuran – ukuran fertilitas kumulatif adalah :
- Tingkat Fertilitas Total (TFR)
adalah jumlah kelahiran hidup laki laki-laki & wanita tiap 1000 penduduk yang hidup hingga akhir masa reproduksinya dg dg catatan : - tidak ada seorang perempuan yg meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya.
- tingkat fertilitas menurut umur tdk berubah pd periode waktu tertentu.
- Gross Reproduction Rates (GRR)
adalah jumlah kelahiran bayi perempuan oleh 1000 perempuan sepanjang masa reproduksinya dengan catatan tdk ada seorang perempuan yg meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya. - Net Reproduction Rates (NRR)
adalah jumlah kelahiran bayi (pr) oleh sebuah kohor hipotesis dari 1000 (pr) dengan memperhitungkan kemungkinan meninggalkan para (pr) itu sebelum mengakhiri mengakhiri masa reproduksinya.
Faktor Faktor-faktor yang mempengaruhi
tinggi rendahnya fertilitas penduduk :
- Faktor Demografi, antara lain :
- Struktur umur
- Struktur perkawinan
- Umur kawin pertama
- Paritas
- Disrupsi perkawinan
- Proporsi yang kawin
- Faktor Non Demografi, antara lain :
- Keadaan ekonomi penduduk
- Tingkat pendidikan
- Perbaikan status perempuan
- Urbanisasi dan industrialisasi
b. kematian (mortalitas)
Berikut sedikit penjelasan mengenai pengukuran mortalitas :
- Crude Death Rate (CDR)
Adalah banyaknya kematian pada tahun tertentu, tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun. - Age Specific Death Rate (ASDR)
Adalah jumlah kematian penduduk pd tahun tertentu berdasarkan klasifikasi umur tertentu. - Infant Mortality Rate (IMR)
Adalah tingkat kematian bayi
Karakter kelompok penduduk yang mempengaruhi Crude Death Rate (CDR) :
- Antara penduduk daerah pedesaan dan daerah perkotaan
- Penduduk dengan lapangan pekerjaan yang berbeda
- Penduduk dengan perbedaan pendapatan
- Perbedaan jenis kelamin
- Penduduk dengan perbedaan status kawin
c.
perpindahan (migrasi)
Faktor terakhir yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan penduduk suatu
daerah adalah Perpindahan (Migrasi) atau Mobilitas Penduduk yang artinya proses
gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu.
Faktor – faktor yang mempengaruhi migrasi :
Faktor – faktor yang mempengaruhi migrasi :
- Faktor individu
- Faktor yang terdapat di daerah asal
- Faktor yang terdapat di daerah tujuan
- Rintangan antara daerah asal dan daerah tujuan
Daya tarik dan daya dorong di daerah asal yang mempengaruhi perpindahan
penduduk :
- Kekuatan Sentripetal
Adalah kekuatan yang mengikat orang untuk tinggal di daerah asal, misalnya : - Terikat tanah warisan
- Menunggu orang tua yang sudah lanjut
- Kegotong royongan yang baik
- Daerah asal merupakan tempat kelahiran nenek moyang mereka
- Kekuatan Sentrifugal
Adalah kekuatan yang mendorong seseorang untuk meninggalkan daerah asal, misalnya :
- Terbatasnya pasaran kerja
- Terbatasnya fasilitas pendidikan.
faktor lain yang mempengaruhi cepatnya pertumbuhan penduduk di indonesia
adalah keyakinan masyarakat yaitu bahwa banyak anak , banyak rezeki.
“Anak itu rejeki, itu betul. Tapi di satu sisi lain, anak itu juga amanah,
tanggung jawab. Jadi kalau kita tidak bisa mendidik dengan baik, itu suatu
kesalahan besar bagi orang tua,”
Jadi jumlah yang lahir jauh lebih banyak dari yang meninggal. Akibatnya,
angka pertumbuhan penduduk meningkat dengan cepat. Peledakan penduduk ini dapat
mengacaukan pembangunan ekonomi dan mengganggu kesejahteraan keluarga.
Pendapatan masih rendah, sementara banyak anak yang harus diurus. Kualitas anak
tidak terjamin sehingga sulit keluar dari perangkap kemiskinan.
faktor lain berikutnya adalah :
Karena gagalnya pemerintah dalam
menkampanyekan KB (keluarga berencana)
Kendala program KB adalah otonomi daerah yang mengakibatkan
keterputusan koordinasi dan implementasi program secara luas. Tidak semua
daerah mempunyai struktur yang khusus mengurusi KB. Di tengah perubahan itu
fungsi petugas penyuluh lapangan KB (PLKB) juga tergerus karena kurang
dukungan. Padahal PLKB penting untuk mengedukasi dan memberikan konseling
sehingga masyarakat dapat merencanakan keluarga dengan baik dan rasional.
masalah sosial akibat kepadatan penduduk :
- terjadinya kerawanan sosial.
- lunturnya nilai-nilai sosial.
- kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
- timbulnya masalah-masalah yang berhubungan dengan pendidikan, kesehatan, dan keamanan.
masalah lingkungan fisik akibat kepadatan
penduduk :
- kerusakan hutan.
- terjadinya pencemaran lingkungan.
- kekeringan pada musim kemarau.
- semakin sempitnya lahan pertanian,
- timbulnya banjir pada musim penghujan.
2.3
pengertian fungsi keluarga, dan sebutkan jenis dari fungsi keluarga
Keluarga
sebagai sebuah sistem sosial mempunyai tugas atau fungsi agar sistem tersebut
berjalan. Tugas tersebut berkaitan dengan pencapaian tujuan, integrasi dan
solidaritas, serta pola kesinambungan atau pemeliharaan keluarga (Megawangi, 1999).
Menurut Winton (1995), fungsi merupakan konsekuensi dari perilaku seseorang
atau aksi kelompok. Konsekuensi aksi yang menguntungkan bagi sistem disebut
dengan fungsional, sedangkan aksi yang mendatangkan kerugian bagi sistem
disebut disfungsional. Sedangkan menurut McIntyre (1966) yang dikutip Kingsbury
dan Scanzoni dalam Boss, et al., (1993), fungsi diartikan sebagai kontribusi
atau sumbangan dimana suatu item atau elemen memelihara keseluruhan. Resolusi
Majelis Umum PBB menguraikan fungsi fungsi utama keluarga adalah : “Keluarga
sebagai wahana untuk mendidik, mengasuh dan sosialisasi anak, mengembangkan
kemampuan seluruh anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya di masyarakat
dengan baik, serta memberikan kepuasan dan lingkungan sosial yang sehat guna
tercapainya keluarga sejahtera” (Megawangi, 1994). Agar fungsi keluarga berada
pada kondidi optimal, perlu peningkatan fungsionalisasi dan struktur yang
jelas, yaitu suatu rangkaian peran dimana sistem sosial dibangun. Kajian
terhadap fungsi keluarga yang dirumuskan berbagai pakar dan institusi yang menangani
keluarga menunjukkan variasi baik dari sistem kategori maupun jumlahnya,
seperti disajikan pada Tabel 1. Namun demikian pembagian fungsi keluarga
ekspresif dan instrumental menurut Rice dan Tucker dapat mengakomodasi berbagai
kategori fungsi lainnya. Keluarga berfungsiuntuk mengelola sumberdaya yang
dimiliki (fungsi ekonomi) melalui prokreasi, sosialisasi (termasuk penetapan
peran sosial), dukungan dan perkembangan anggota keluarga untuk
memenuhi kebutuhan fisik, emosi (cinta kasih, ikatan suami istri),
perkembangan, termasuk moral (agama), loyalitas dan sosialisasi.
2.4
pengertian
keluarga dan masyarakat
Menurut Sigmund Freud, pada dasarnya keluarga itu
terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Bahwa menurut beliau
keluarga merupakan manifestasi dari pada dorongan seksual sehingga landasan
keluarga itu adalah kehidupan seksual suami isteri.
Maka dapat difahami bahwa Pengertian Keluarga adalah sekumpulan orang (rumah tangga) yang memiliki hubungan darah atau perkawinan atau menyediakan terselenggaranya fungsi-fungsi instrumental mendasar dan fungsi-fungsi ekspresif keluarga bagi para anggotanya yang berada dalam suatu jaringan.
Maka dapat difahami bahwa Pengertian Keluarga adalah sekumpulan orang (rumah tangga) yang memiliki hubungan darah atau perkawinan atau menyediakan terselenggaranya fungsi-fungsi instrumental mendasar dan fungsi-fungsi ekspresif keluarga bagi para anggotanya yang berada dalam suatu jaringan.
2.5
golongan
masyarakat
Peter L Berger, seorang
ahli sosiologi memberikan definisi masyarakat sebagai berikut : “ masyarakat
merupakan suatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya.”. Koentjaraningrat
dalam tulisannya menyatakan bahwa masyarakat adalah sekumpulan manusia atau
kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu
yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Dalam
psikologi sosial masyarakat dinyatakan sebagai sekelompok manusia dalam suatu kebersamaan
hidup dan dengan wawasan hidup yang bersifat kolektif, yang menunjukkan keteraturan
tingkah laku warganya guna memenuhi kebutuhan dan kepentingan masing-masing. Menilik
kenyataan dilapangan, suatu masyarakat bisa berupa suatu suku bangsa, bisa juga
berlatar belakang dari berbagai suku. Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat
dapata digolongkan menjadi :
1.
Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat
sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin.
Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari
latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria
dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.
2. Masyarakat
Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal
dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang
berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Dalam lingkungan
masyarakat maju, dapat dibedakan
·
Masyarakat non industri. Secara garis
besar, kelompok ini dapat digolongkan menjadi gua golongan yaitu kelompok
primer dan kelompok sekunder. Dalam kelompok primer, interaksi antar anggotanya
terjdi lebih intensif, lebih erat, lebi akrab. Kelompok ini disebut juga
kelompok face to face group.Sifag interaksi bercirak kekeluargaan dan lebih
berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok ini
dititik berakan pada kesadaran, tanggungjawab para anggotadan berlangsung atas dasar
rasa simpati dan secara sukarela. Dalam kelompok sekunder terpaut saling
hubungan tidak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh krn
itu sifat interaksi, pembagian kerja, diatur atasdasar pertimbangan-pertimbagnan
rasional obyektif. Para anggota menerima pembagian kerja atas dasar kemampuan /
keahlian tertentu,disamping dituntut target dan tujuan tertentu yang telah
ditentukan.
·
Masyarakat Industri. Contoh tukang
roti, tukang sepatu, tukang bubut, tukang las
BAB III
3.1 Analisis
Program tv kekerasan yang masuk ke
indonesia sebaiknya diawasi dengan ketat penayangannya. Adapun sasaran
tontonannya juga diperhatikan, haruslah sudah mencakup orang dewasa. Orang tua
haruslah mengawasi anaknya jika sanag anak menonton aksi aksi berbahaya seperti
itu, karena anak adalah peniru ulung jadi bisa saja sanag anak akan mempraktekan
adegan kekerasannya diluar sana. Masyarakat pun ada kaitannya dengan individu
anak ini, masyarakat ikut ambil andil dalam megawasi sang individu anak ini
dilingkungan. Individu, orang tua dan masyarakat haruslahberpegang tangan erat
agar menciptakan kehidupan sehari hari yang harmonis.
3.2 Kesimpulan
Budaya barat yang menyimpang perlu
diwaspadai oleh semua masyarakat. Individu dewasa harus bisa membantu yang
masih muda dalam menyaring konten budaya barat yang masuk ke indonesia. Sama sama
merangkul agar budaya barat yang masuk bisa menghasilkan informasi yang positif
dan dimanfaatkan untuk hal yang baik
· referensi:
·
http://euissunarti.staff.ipb.ac.id/files/2012/04/Dr.-Euis-Sunarti-OK-FUNGSI-DAN-PERAN-KELUARGA.pdf
·
BKKBN, 1996
·
United Nation (1993)
·
Zeitlin et al., (1995)
·
Rice & Tucker (1986)
·
Berns (1997)
·
suci_k.staff.gunadarma.ac.id
16.06 | | 0 Comments
Langganan:
Postingan (Atom)
Easily Interested in Many Things
- Fernanda Dyah Ayuningtyas
Diberdayakan oleh Blogger.
