BAB 2 DAN BAB 3


ILMU SOSIAL DASAR BAB 2 DAN BAB 3



BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang.
            Belakangan ini, pertumbuhan penduduk indonesia terutama di kota besarnya sangat besar. Pertumbuhan penduduk ini pun paling besar berasal dari golongan menengah ke bawah. Inilah yang membuat pemerintah sedikit kesulitan mengendalikan jalannya roda pemerintahan karena rakyatnya sendiri kesulitan dalam mengatur perekonomian keluarganya sendiri. Permasalah kesulitan disini berasal dari pertumbuhan penduduk yang tak terkendali  yang salah satunya menyebabkan kurangnya ketersediaan lapangan pekerjaan di luar sana. Contohnya saja ada pasutri yang memiliki anak sebanyaak 9 orang. Disinilah kesulitannya, keluarga tersebut merupakan masyarakat ekonomi golongan menengah ke bawah, kesehariannya sangatlah sulit untung menopang hidup sendiri, mulai dari masalah makan sehari hari, sekolah dan lain lain. Jadi untuk memikirkan pendidikan anaknya pun seadanya saja hanya sampai batas SMA. Sang anak pun juga nantinya akan kesulitan jika hanya diberi pendidikan sampai SMA karena tidak mendapat skill khusus untuk kehidupan masa depan nya kelak.
           
1.2       Rumusan Masalah
a.                   Apa  saja Faktor utama demografi yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk?
b.                  Apa Pengertian Migrasi dan sebutkan Jenis-Jenis Migrasi!
c.                   sebut dan jelaskan 3 jenis struktur panduduk!

                                         
1.3       Tujuan masalah
a.       Mengetahui hal hal yang  mempengaruhi pertumbuhan penduduk saat ini
b.      menjelaskan  faktor utama demografi  yang berpengaruh terhadap pertumbukan penduduk.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1       Faktor utama demografi yang mempengaruhi pertambahan penduduk:
1.            Kematian
      Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen. Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran. Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas) dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).

a)      Faktor pendukung kematian (pro mortalitas).
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk faktor ini adalah:
·         Sarana kesehatan yang kurang memadai.
·         Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
·         Terjadinya berbagai bencana alam
·         Terjadinya peperangan
·         Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
·         Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
b)      Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk faktor ini adalah:
·         Lingkungan hidup sehat.
·         Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
·         Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
·         Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
·         Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.

Ada beberapa jenis perhitungan angka kelahiran yaitu:

·         Angka Kematian Kasar ( Crude Death Rate/CDR )
Angka kematian kasar adalah yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000 penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu.
·          Angka Kematian Khusus Menurut Umur Tertentu (Age Specific Death Rate = ASDR)
Angka kematian khusus menurut umur tertentu dapat digunakan untuk mengetahui kelompok-kelompok usia manakah yang paling banyak terdapat kematian. Umumnya pada kelompok usia tua atau usia lanjut angka ini tinggi, sedangkan pada kelompok usia muda jauh lebih rendah.
·          Angka Kematian Bayi (Infant Mortality Rate = IMR)
Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi tiap seribu bayi yang lahir. Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun.
Besarnya angka kematian bayi dapat dijadikan petunjuk atau indikator tingkat kesehatan dan kesejahteraan penduduk.
Pada umumnya bila masyarakat memiliki tingkat kesehatan yang rendah maka tingkat kematian bayi tinggi.
Untuk angka kematian bayi ukurannya sebagai berikut:
- Rendah, jika IMR antara 15-35.
- Sedang, jika IMR antara 36-75.
- Tinggi, jika IMR antara 76-125.

2.      Kelahiran ( Natalitas ).
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro natalitas)
Faktor-faktor penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
·         Kawin pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan malu.
·         Anak dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
·         Anggapan bahwa banyak anak banyak rejeki.
·         Anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
·         Anggapan bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.

Faktor pro natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.
Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
·         Adanya program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
·         Adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
·         Anggapan anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
·         Adanya pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak diberikan hanya sampai anak ke – 2.
·         Penundaaan kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.

Faktor – faktor penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu negara antara lain :
1.      Kepercayaan dan agama
Faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Ada agama atau kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti KB. Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila peserta KB banyak
2.      Tingkat pendidikan
Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang berarti pula penundaan kelahiran. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang merencanakan jumlah anak secara rasional.
3.      Kondisi perekonomian
Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencanaan jumlah anak karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya. Jika suatu negara berlaku seperti itu maka penduduknya menjadi banyak.
4.      Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau penambahan jumlah kelahiran. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak stabil misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran
5.      Adat istiadat di masyarakat
Kebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk. Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya, ada yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau sebaliknya, sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau sebaliknya.
6.      Kematian dan kesehatan
Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi yang rendah akan menambah pula jumlah kelahiran.
7.      Struktur Penduduk
Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur, jumlah kelahiran lebih tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non produktif (misalnya lebih banyak anak-anak dan orang-orang tua usia).

Untuk menentukan jumlah kelahiran dalam satu wilayah digunakan angka kelahiran (Fertilitas). Angka kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.
Pengukuran Fertilitas tidak sesederhana dalam pengukuran mortalitas, hal ini disebabkan adanya alasan sebagai berikut :
1.      Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup karena banyak bayi – bayi yang meninggal beberapa saat setelah kelahiran, tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering dicatatkan sebagai lahir mati.
2.      Wanita mempunyai kemungkinan melahiran dari seorang anak ( tetapi meninggal hanya sekali )
3.       Makin tua umur wanita tidaklah berarti, bahwa kemungkinan mempunyai anak makin menurun.
4.      Di dalam pengukuran fertilitas akan melibatkan satu orang saja. Tidak semua wanita mempunyai kemungkinan untuk melakukan.

Ada dua istilah asing yang kedua – duanya diterjemahkan sebagai kesuburan, yaitu :
a.       Facundity ( kesuburan ).
Facudity adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai anak.
b.      Fertility ( fertilitas )
Fertility adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang wanita atau sekelompok wanita.
1.      Angka Kelahiran Kasar (Crude Birth Rate)
Angka kelahiran ini disebut kasar karena perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, padahal yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.
2.      Angka Kelahiran Menurut Kelompok Umur (Age Specific Fertiliy Rate = ASFR ). Kita dapat mengetahui kelompok umur mana yang paling banyak terjadi kelahiran.





2.2       Migrasi
            Migrasi penduduk adalah perpindahan penduduk dari tempat yang satu ke tempat lain. Dalam mobilitas penduduk terdapat migrasi internasional yang merupakan perpindahan penduduk yang melewati batas suatu negara ke negara lain dan juga migrasi internal yang merupakan perpindahan penduduk yang berkutat pada sekitar wilayah satu negara saja.
Faktor-faktor terjadinya migrasi, yaitu :
1.      Persediaan sumber daya alam
2.      Lingkungan social budaya
3.      Potensi ekonomi
4.      Alat masa depan
Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk dapat melahirkan anak.

      Migrasi merupakan perpindahan penduduk, dalam migrasi memiliki jenis-jenis atau macam-macam migrasi dalam dalam Pengertian Migrasi, Migrasi adalah perpindahan atau gerak penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. perpindahan penduduk selain imigrasi terdapat juga transmigrasi dan urbanisasi. Perpindahan penduduk dari migrasi memiliki berbagai jenis-jenis yang pengertian dan fungsinya berbeda-beda  satu dengan yang lainnya jenis-jenis migrasi seperti Remigrasi, imigrasi, evakuasi, migrasi, forensen (ngalaju), turisme, dan week and (berakhir pekan). Berikut ini adalah jenis jenis migrasi.

Jenis-Jenis Migrasi
1.      Remigrasi adalah perpindahan penduduk untuk kembali ke tanah asalnya semula. Misalnya, karena sudah tua, seseorang kembali ke daerah asalnya agar setelah mati dapat dikubur di daerah asalnya.
2.      Imigrasi adalah perpindahan penduduk dan negara asing untuk menetap dan menjadi warga negara di negara yang baru didatanginya. Misalnya, seseorang dari Indonesia pindah ke Amerika Serikat. Bagi Amerika Serikat orang tersebut disebut imigran.
3.       Evakuasi adalah perpindahan atau pengungsian penduduk dari tempat tinggalnya karena gangguan keamanan/bencana. Misalnya, korban bencana alam.Emigrasi adalah pindahnya sekelompok penduduk atau perorangan dari suatu negara ke negara
4.      lain. Misalnya, orang Indonesia yang menetap di Jepang. Bagi Indonesia disebut emigran, bagi Jepang disebut imigran.
5.      Forensen (nglaju) adalah orang yang tinggal di desa (luar kota), tetapi mempinyai mata pencaharian di kota sehingga setiap hari pulang pergi dalam perjalanan. Hal itu disebabkan oleh sulitnya perumahan di kota. Misalnya, banyak orang bekerja di Jakarta, tetapi bertempat tinggal di luar Jakarta.
6.      Turisme adalah perjalanan ke daerah-daerah pariwisata. Misalnya, orang yang berwisata ke daerah wisata, seperti Bali, Danau Toba, Borobudur, dan Tana Toraja.
7.      Week end (berakhir pekan) adalah kegiatan bepergian ke luar kota pada akhir minggu untuk menghirup udara segar. Misalnya, orang Jakarta berakhir pekan ke Puncak, Jawa Barat

2.3       Tiga jenis struktur penduduk
            Komposisi penduduk adalah suatu Negara yang mempunyai wilayah yang luas dan juga banyak penduduk didalam satu Negara tersebut, dari penduduk tersebut banyaknya, akan dikelompokan pada kriteria-kriteria tertentu. Biasanya dalam pengelompokan itu kriteria yang diambil kebanyakan adalah umur, jenis kelamin, mata pencaharian, dan tempat tinggal semua itu dikelompokkan demi tidak terjadi masalah-masalah sepele yang timbul dikarenakan terjadi karena hanya sebuah hal sepele. Dalam suatu keluarga ada kepala keluarga yang mempunyai mata pencaharian sebagai pegawai negeri sipil yang mempunyai gaji sebesar 3 juta rupiah dalm sebulan didalam suatu pengelompokan penduduk kelurga ini termasuk keluaraga yang cukup mampu. Didalam dunia ada 3 jenis struktur yang dipakai dalam satu Negara atau wilayah yang dikelompokan berdasarkan umur yaitu
·         Struktur penduduk muda adalah apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar panduduknya muda struktur ini dimulai dengan umur 0-14 tahun
·         Struktur penduduk dewasa adalah apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar panduduknya dewasa struktur ini dimulai dengan 15-64 tahun
·         Struktur penduduk tua adalah apabila suatu wilayah atau Negara sebagian besar panduduknya tua tidak terdaftar lagi struktur ini dimulai dari 65 tahu keatas/senja

BAB III
PENUTUP

3.1       Analisis:
            Keluaraga yang memiliki anak yang banyak mempunyai masalah keseharian yang kompleks. Mulai dari masalah sekolah yang kurang terjamin, rumah yang sempit untuk ditinggali 11 orang hingga berdampak ke psikologis anak karena mungkin perhatian orang tuanya terpecah ke anak anak yang lainnya. Sekolah anak pun pasti terbentur karena masalah ekonomi orang tua yang pas-pasan. Maka dari itu sang orang tua hanya menyekolahkan anaknya paling tinggi hingga SMA. Anak yang mulai beranjak dewasa pun kesulitan dalam mengembangkan kemampuan dirinya di masa depan kelak karena tidak mendapatkan skill khusus untuk membantu masa depannya sendiri.

3.2       Kesimpulan:
            Masyarakat yang mempunyai anak yang banyak sangat sulit mengatur kehidupan kesehariannya. Sebaiknya masyakarakat juga mengikuti aturan pemerintah tentang kb agar mudah dalam membiayai kehidupan sehari harinya. Dalam urusan pendidikan sanag anak pun nantinya akan terjamin karena kesulitannya setidaknya tidak tinggi.

Referensi :
·         wartawarga.gunadarma.ac.id

BAB I
PENDAHULUAN


1.1              Latar Belakang
            Di zaman modern ini, memungkinkan arus globalisasi yang pesat dan mampu menembus berbagai batas negara dan mampu menghapus batasan antar negara. Globalisasi tersebut juga kemudian membawa efek kebudayaan barat yang berpengaruh terhadap perkembangan indonesia dalam berbagai hal mulai dari sosial, budaya dan teknologinya. Indonesia yang yang merupakan budaya timur pun mulai terkena budaya barat nya akibat dari globalisasi. Di dalam budaya timur kehidupan masyarakat yang hangat selalu dijunjung tinggi dalam kehidupan sehari hari. Namun karena pengaruh budaya barat yang salah dicerna oleh masyarakat awam, terkadang masyarakat salah mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari hari. Akibatnya kehidupan masyarakat indonesia yang dulunya menjunjung budaya timur mulai tergeser dengan kebudayaan barat yang negatif, walaupun masih banyak juga sisi kebudayaan barat yang positif. Contoh yang sering sekali terjadi adalah anak sd yang menirukan aksi jagoan kepada temannya yang ia tonton di acara tv luar negeri yang menyebabkan temannya meninggal, padahal masih banyak acara luar negeri diluar sana yang lebih baik seperti acara belajar dan mengasah kemampuan berkarya anak.

1.2       Rumusan Masalah
a.                   Pengertian dari individu dan pertumbuhan?
b.                  faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan.
c.                   pengertian fungsi keluarga, dan sebutkan jenis dari fungsi keluarga.
d.                  pengertian keluarga, dan masyarakat.
e.                   sebutkan 2 golongan masyarakat

1.3       Tujuan masalah
a.                  masayarakat mengerti hubungan antara individu dengan masyarakat dalam keseharian
b.                 masyarakat mengerti olongan yang ada didalam masyarakat


BAB II
LANDASAN TEORI


2.1              pengertian individu dan pertumbuhan
            Individu merupakan unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh, suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut, yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.
            Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Dalam ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwa yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu merupakan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam individu yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial. Dimana aspek aspek tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu rusak maka akan merusak aspek lainnya. Apabila pola tingkah lakunya hampir identik dengan tingkah laku massa yang bersangkutan. Proses yang meningkatakan ciri-ciri individualitas pada seseorang sampai pada dirinya sendiri, disebut proses individualisasi atau aktualisasi diri. Dalam proses ini maka individu terbebani berbagai peranan yang berasal dari kondisi kebersamaan hidup, yang akhirnya muncul suatu kelompok yang akan menentukan kemantapan satu masayarakat. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada tiga kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya. Kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga mempengaruhi masyarakat. (Hartomo, 2004: 64). Dengan demikian manusia merupakan mahluk individual tidak hanya dalam arti keseluruhan jiwa-raga, tetapi merupakan pribadi yang khas, menurut corak kepribadiannya dan kecakapannya.

2.2              faktor faktor yang mempengaruhi pertumbuhan

a.        kelahiran (fertilitas)
  1. Pengukuran Fertilitas Tahunan adalah pengukuran kelahiran bayi pada tahun tertentu dihubungkan dengan jumlah penduduk yang mempunyai resiko untuk melahirkan pada tahun tersebut. Adapun ukuran – ukuran fertilitas tahunan adalah :
    1. Tingkat Fertilitas Kasar (Crude Birth Rate )
      Adalah banyaknya kelahiran hidup pada satu tahun tertentu tiap 1000 penduduk.
    2. Tingkat Fertilitas Umum (General Fertility Rate )
      Adalah jumlah kelahiran hidup per.1000 wanita usia reproduksi (usia 14 14-49 atau 15 15-44 th th) ) pada tahun tertentu.
    3. Tingkat Fertilitas Menurut Umur (Age Specific Fertility Rate )
      Adalah perhitungan tingkat fertilitas perempuan pada tiap kelompok umur dan tahun tertentu.
    4. Tingkat Fertilitas Menurut Urutan Kelahiran (Birth Order Specific Fertility Rates Rates)
      Adalah perhitungan fertilitas menurut urutan kelahiran bayi bayioleh oleh wanita pada umur dan tahun tertentu.
  2. Pengukuran Fertilitas Kumulatif
    Adalah pengukuran jumlah rata rata-rata anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan hingga mengakhiri batas usia suburnya. Adapun ukuran – ukuran fertilitas kumulatif adalah : 
    1. Tingkat Fertilitas Total (TFR)
      adalah jumlah kelahiran hidup laki laki-laki & wanita tiap 1000 penduduk yang hidup hingga akhir masa reproduksinya dg dg catatan : 
      • tidak ada seorang perempuan yg meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya.
      • tingkat fertilitas menurut umur tdk berubah pd periode waktu tertentu.
    2. Gross Reproduction Rates (GRR)
      adalah jumlah kelahiran bayi perempuan oleh 1000 perempuan sepanjang masa reproduksinya dengan catatan tdk ada seorang perempuan yg meninggal sebelum mengakhiri masa reproduksinya.
    3. Net Reproduction Rates (NRR)
      adalah jumlah kelahiran bayi (pr) oleh sebuah kohor hipotesis dari 1000 (pr) dengan memperhitungkan kemungkinan meninggalkan para (pr) itu sebelum mengakhiri mengakhiri masa reproduksinya.
Faktor Faktor-faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya fertilitas penduduk :
      1. Faktor Demografi, antara lain :
        • Struktur umur
        • Struktur perkawinan
        • Umur kawin pertama
        • Paritas
        • Disrupsi perkawinan
        • Proporsi yang kawin
      2. Faktor Non Demografi, antara lain :
        • Keadaan ekonomi penduduk
        • Tingkat pendidikan
        • Perbaikan status perempuan
        • Urbanisasi dan industrialisasi
b.       kematian (mortalitas)
Berikut sedikit penjelasan mengenai pengukuran mortalitas :
  1. Crude Death Rate (CDR)
    Adalah banyaknya kematian pada tahun tertentu, tiap 1000 penduduk pada pertengahan tahun.
  2. Age Specific Death Rate (ASDR)
    Adalah jumlah kematian penduduk pd tahun tertentu berdasarkan klasifikasi umur tertentu.
  3. Infant Mortality Rate (IMR)
    Adalah tingkat kematian bayi
Karakter kelompok penduduk yang mempengaruhi Crude Death Rate (CDR) :
  1. Antara penduduk daerah pedesaan dan daerah perkotaan
  2. Penduduk dengan lapangan pekerjaan yang berbeda
  3. Penduduk dengan perbedaan pendapatan
  4. Perbedaan jenis kelamin
  5. Penduduk dengan perbedaan status kawin
c.        perpindahan (migrasi)
Faktor terakhir yang mempengaruhi kecepatan pertumbuhan penduduk suatu daerah adalah Perpindahan (Migrasi) atau Mobilitas Penduduk yang artinya proses gerak penduduk dari suatu wilayah ke wilayah lain dalam jangka waktu tertentu.
Faktor – faktor yang mempengaruhi migrasi :
  • Faktor individu
  • Faktor yang terdapat di daerah asal
  • Faktor yang terdapat di daerah tujuan
  • Rintangan antara daerah asal dan daerah tujuan
Daya tarik dan daya dorong di daerah asal yang mempengaruhi perpindahan penduduk :
  1. Kekuatan Sentripetal
    Adalah kekuatan yang mengikat orang untuk tinggal di daerah asal, misalnya : 
    • Terikat tanah warisan
    • Menunggu orang tua yang sudah lanjut
    • Kegotong royongan yang baik
    • Daerah asal merupakan tempat kelahiran nenek moyang mereka
  2. Kekuatan Sentrifugal
    Adalah kekuatan yang mendorong seseorang untuk meninggalkan daerah asal, misalnya : 
  • Terbatasnya pasaran kerja
  •  Terbatasnya fasilitas pendidikan. 

faktor lain yang mempengaruhi cepatnya pertumbuhan penduduk di indonesia adalah keyakinan masyarakat  yaitu bahwa banyak anak , banyak rezeki.

“Anak itu rejeki, itu betul. Tapi di satu sisi lain, anak itu juga amanah, tanggung jawab. Jadi kalau kita tidak bisa mendidik dengan baik, itu suatu kesalahan besar bagi orang tua,”
Jadi jumlah yang lahir jauh lebih banyak dari yang meninggal. Akibatnya, angka pertumbuhan penduduk meningkat dengan cepat. Peledakan penduduk ini dapat mengacaukan pembangunan ekonomi dan mengganggu kesejahteraan keluarga. Pendapatan masih rendah, sementara banyak anak yang harus diurus. Kualitas anak tidak terjamin sehingga sulit keluar dari perangkap kemiskinan.

faktor lain berikutnya adalah :
Karena gagalnya pemerintah dalam menkampanyekan KB (keluarga berencana)
 Kendala program KB adalah otonomi daerah yang mengakibatkan keterputusan koordinasi dan implementasi program secara luas. Tidak semua daerah mempunyai struktur yang khusus mengurusi KB. Di tengah perubahan itu fungsi petugas penyuluh lapangan KB (PLKB) juga tergerus karena kurang dukungan. Padahal PLKB penting untuk mengedukasi dan memberikan konseling sehingga masyarakat dapat merencanakan keluarga dengan baik dan rasional.
  masalah sosial akibat kepadatan penduduk :
  • terjadinya kerawanan sosial.
  • lunturnya nilai-nilai sosial.
  • kesulitan memenuhi kebutuhan hidup.
  • timbulnya masalah-masalah yang berhubungan dengan pendidikan, kesehatan, dan keamanan.

 masalah lingkungan fisik akibat kepadatan penduduk :
  • kerusakan hutan.
  • terjadinya pencemaran lingkungan.
  • kekeringan pada musim kemarau.
  • semakin sempitnya lahan pertanian,
  • timbulnya banjir pada musim penghujan. 

2.3              pengertian fungsi keluarga, dan sebutkan jenis dari fungsi keluarga
            Keluarga sebagai sebuah sistem sosial mempunyai tugas atau fungsi agar sistem tersebut berjalan. Tugas tersebut berkaitan dengan pencapaian tujuan, integrasi dan solidaritas, serta pola kesinambungan atau pemeliharaan keluarga (Megawangi, 1999). Menurut Winton (1995), fungsi merupakan konsekuensi dari perilaku seseorang atau aksi kelompok. Konsekuensi aksi yang menguntungkan bagi sistem disebut dengan fungsional, sedangkan aksi yang mendatangkan kerugian bagi sistem disebut disfungsional. Sedangkan menurut McIntyre (1966) yang dikutip Kingsbury dan Scanzoni dalam Boss, et al., (1993), fungsi diartikan sebagai kontribusi atau sumbangan dimana suatu item atau elemen memelihara keseluruhan. Resolusi Majelis Umum PBB menguraikan fungsi fungsi utama keluarga adalah : “Keluarga sebagai wahana untuk mendidik, mengasuh dan sosialisasi anak, mengembangkan kemampuan seluruh anggotanya agar dapat menjalankan fungsinya di masyarakat dengan baik, serta memberikan kepuasan dan lingkungan sosial yang sehat guna tercapainya keluarga sejahtera” (Megawangi, 1994). Agar fungsi keluarga berada pada kondidi optimal, perlu peningkatan fungsionalisasi dan struktur yang jelas, yaitu suatu rangkaian peran dimana sistem sosial dibangun. Kajian terhadap fungsi keluarga yang dirumuskan berbagai pakar dan institusi yang menangani keluarga menunjukkan variasi baik dari sistem kategori maupun jumlahnya, seperti disajikan pada Tabel 1. Namun demikian pembagian fungsi keluarga ekspresif dan instrumental menurut Rice dan Tucker dapat mengakomodasi berbagai kategori fungsi lainnya. Keluarga berfungsiuntuk mengelola sumberdaya yang dimiliki (fungsi ekonomi) melalui prokreasi, sosialisasi (termasuk penetapan peran sosial), dukungan dan perkembangan anggota keluarga untuk memenuhi kebutuhan fisik, emosi (cinta kasih, ikatan suami istri), perkembangan, termasuk moral (agama), loyalitas dan sosialisasi.

2.4              pengertian keluarga dan masyarakat
            Menurut Sigmund Freud, pada dasarnya keluarga itu terbentuk karena adanya perkawinan pria dan wanita. Bahwa menurut beliau keluarga merupakan manifestasi dari pada dorongan seksual sehingga landasan keluarga itu adalah kehidupan seksual suami isteri.
Maka dapat difahami bahwa Pengertian Keluarga adalah sekumpulan orang (rumah tangga) yang memiliki hubungan darah atau perkawinan atau menyediakan terselenggaranya fungsi-fungsi instrumental mendasar dan fungsi-fungsi ekspresif keluarga bagi para anggotanya yang berada dalam suatu jaringan.

2.5              golongan masyarakat
            Peter L Berger, seorang ahli sosiologi memberikan definisi masyarakat sebagai berikut : “ masyarakat merupakan suatu keseluruhan kompleks hubungan manusia yang luas sifatnya.”. Koentjaraningrat dalam tulisannya menyatakan bahwa masyarakat adalah sekumpulan manusia atau kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas bersama. Dalam psikologi sosial masyarakat dinyatakan sebagai sekelompok manusia dalam suatu kebersamaan hidup dan dengan wawasan hidup yang bersifat kolektif, yang menunjukkan keteraturan tingkah laku warganya guna memenuhi kebutuhan dan kepentingan masing-masing. Menilik kenyataan dilapangan, suatu masyarakat bisa berupa suatu suku bangsa, bisa juga berlatar belakang dari berbagai suku. Dalam perkembangan dan pertumbuhannya masyarakat dapata digolongkan menjadi :
1.      Masyarakat sederhana. Dalam lingkungan masyarakat sederhana (primitive) pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin, nampaknya berpangkal tolak dari latar belakang adanya kelemahan dan kemampuan fisik antara seorang wanita dan pria dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yagn buas saat itu.
2.      Masyarakat Maju. Masyarakat maju memiliki aneka ragam kelomok sosial, atau lebih dikenal dengan sebuatan kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Dalam lingkungan masyarakat maju, dapat dibedakan
·         Masyarakat non industri. Secara garis besar, kelompok ini dapat digolongkan menjadi gua golongan yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder. Dalam kelompok primer, interaksi antar anggotanya terjdi lebih intensif, lebih erat, lebi akrab. Kelompok ini disebut juga kelompok face to face group.Sifag interaksi bercirak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok ini dititik berakan pada kesadaran, tanggungjawab para anggotadan berlangsung atas dasar rasa simpati dan secara sukarela. Dalam kelompok sekunder terpaut saling hubungan tidak langsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh krn itu sifat interaksi, pembagian kerja, diatur atasdasar pertimbangan-pertimbagnan rasional obyektif. Para anggota menerima pembagian kerja atas dasar kemampuan / keahlian tertentu,disamping dituntut target dan tujuan tertentu yang telah ditentukan.
·         Masyarakat Industri. Contoh tukang roti, tukang sepatu, tukang bubut, tukang las



BAB III


3.1       Analisis
            Program tv kekerasan yang masuk ke indonesia sebaiknya diawasi dengan ketat penayangannya. Adapun sasaran tontonannya juga diperhatikan, haruslah sudah mencakup orang dewasa. Orang tua haruslah mengawasi anaknya jika sanag anak menonton aksi aksi berbahaya seperti itu, karena anak adalah peniru ulung jadi bisa saja sanag anak akan mempraktekan adegan kekerasannya diluar sana. Masyarakat pun ada kaitannya dengan individu anak ini, masyarakat ikut ambil andil dalam megawasi sang individu anak ini dilingkungan. Individu, orang tua dan masyarakat haruslahberpegang tangan erat agar menciptakan kehidupan sehari hari yang harmonis.
           
3.2       Kesimpulan
            Budaya barat yang menyimpang perlu diwaspadai oleh semua masyarakat. Individu dewasa harus bisa membantu yang masih muda dalam menyaring konten budaya barat yang masuk ke indonesia. Sama sama merangkul agar budaya barat yang masuk bisa menghasilkan informasi yang positif dan dimanfaatkan untuk hal yang baik

·       referensi:
·         BKKBN, 1996
·         United Nation (1993)
·         Zeitlin et al., (1995)
·         Rice & Tucker (1986)
·         Berns (1997)
·         suci_k.staff.gunadarma.ac.id

Easily Interested in Many Things

Fernanda Dyah Ayuningtyas
Lihat profil lengkapku

Gunadarma University

Gunadarma University
gunadarma
Diberdayakan oleh Blogger.