Beliau, Ayahku
Beliau, ayahku
Satu satunya orang yang selalu
mengutamakanku
Satu satunya orang yang rela tertabrak
demi menyalamatkanku
Satu satunya orang yang rela
berdarah demiku
Kalian pikir mentari lebih dulu
terbangun dari lelap tidurnya?
Maka kalian salah
Beliau...
Ketika yang lain bahkan masih
terlelap dengan tidurnya
Beliau bahkan sudah menancapkan
gas nya mencari sesuap nasi untuk anak anaknya
Suatu hari aku pernah melihatnya
bagaimana beliau mencari makan untukku
ayah menceburkan diri ke kali
yang kotor
hanya untuk mencari jentik nyamuk
untuk makanan ternak ikannya
aku melihat.. bagaimana orang
melihatnya
aku melihat.. bagaimana orang memandang rendah terhadapnya
aku melihat.. bagaimana orang menertawakannya
dan ketika sepulangnya dari itu
beliau sering merasa sakit
walaupun berusaha sekuat tenaga
menyembunyikannya
kami sebagai anak anaknya pun
juga merasakan yang sama
dan kau, ayah
bahkan lebih rela tak makan 2 hari
ketimbang anakmu nanti yang akan
kelaparan
terkadang aku sering berpikir
apakah kau memang harus melewati
hal ini agar menjadi sesuatu?
Sesuatu...
Agar kami dipandang tinggi orang
lain
Sesuatu ...
Agar kami disegani orang lain
Menjalani hidup yang keras
Ayah
Apakah kami sebagai anak anakmu
Sudah bisa membayar
Semua derita dan cucuran
keringatmu?
Ayah
Aku minta maaf jika anakkmu ini
Masih belum bisa membanggakanmu
Ayah
Sehatlah terus agar kau nanti
bisa melihat
Hasil kerja kerasku selama ini.
Terimakasih ayah
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Easily Interested in Many Things
- Fernanda Dyah Ayuningtyas
Diberdayakan oleh Blogger.

0 komentar:
Posting Komentar