BINATANG JALANG DAN SI PENGUASA



Lihatlah mereka,Yang menganggap dirinya binatang jalang
Yang berdiri di tengah tengah kerasnya ibu kota

Mereka,para binatang jalang
Yang selalu diremehkan
Yang selalu dipandang sebelah mata

Mereka, para binatang jalang
Dipenuhi dengan perasaan
Hidup seperti tak ada guna
Kekecewaan pun menyeruak
Karna bila hidup, mereka tak dilihat
Matipun tak ada yang peduli

Bukankah hidup memang tak adil?
Siapa pula yang berharap jika hidup bisa meletakkan tangan adil-nya dengan benar?
Bukankah akan naif rasanya jika berharap begitu?

Bukankah adil hanyalah sifat yang dimiliki oleh manusia berhati emas?
Bukan orang seperti mereka
Yaitu para penguasa dari kelamnya kehidupan ibu kota

Dan mengapa pula, 
Mengapa mereka para binatang jalang
Tak bisa mengecap manisnya hidup
Bahkan jika hanya seperti mereka,
yang mungkin memasang senyum kemunafikan

satu satunya yang dimiliki
oleh mereka si binatang jalang
mungkin hanyalah harga diri
yang masih tetap utuh

mereka hanya merasa terlalu berharga
jika mengecap manisnya hidup
seperti si penguasa dengan tangan kotornya

mereka pikir, biarlah mereka hidup
sebagai kucing liar di jalanan
menikmati makanan sisa sang penguasa
daripada hidup bernapas lega seperti sang penguasa
dengan menggerogoti nadi kehidupan orang lain

“bukankah sekarang jika bekerja
Dengan mengggerogoti nadi orang lain
Lalu mencuci tangan kita sendiri,
Akan jauh lebih mudah?
Yaaaa ketimbang bersusah payah
seperti para binatang jalang.”
Ujar para penguasa

Yah hidup memang tak adil
Apalagi yang bisa diharapkan?



FERNANDA DYAH AYUNINGTYAS

0 komentar:

Posting Komentar

Easily Interested in Many Things

Fernanda Dyah Ayuningtyas
Lihat profil lengkapku

Gunadarma University

Gunadarma University
gunadarma
Diberdayakan oleh Blogger.