BAB7.Implementasi Wawasan Nusantara
A.
Implementasi
wawasan nusantara
Penerapan
Wawasan Nusantara harus tercermin pada pola pikir, pola sikap dan pola tindak
yang senantiasa mendahulukan kepentingan negara.
a.
Implementasi
dalam kehidupan politik, adalah menciptakan iklim penyelenggaraan negara yang sehat
dan dinamis, mewujudkan pemerintahan yang kuat, aspiratif, dipercaya
b.
Implementasi
dalam kehidupan Ekonomi, adalah menciptakan tatanan ekonomi yang benar-benar menjamin
pemenuhan dan peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat secara merata dan
adil.
c.
Implementasi
dalam kehidupan Sosial Budaya, adalah menciptakan sikap batiniah dan lahiriah
yang mengakui, menerima dan menghormati segala bentuk perbedaan sebagai kenyataan
yang hidup disekitarnya dan merupakan karunia sang pencipta.
d.
Implementasi
dalam kehidupan Pertahanan Keamanan, adalah menumbuhkan kesadaran cinta tanah
air dan membentuk sikap bela negara pada setiap WNI
B.
Tantangan
dalam implementasi wawasan nusantara
Dalam pengaplikasian
implementasi wawasan nusantara ada juga tantangannya. Tantangan itu antara lain
adalah: pemberdayaan rakyat yang optimal, dunia yang tanpa batas,era baru
kapitalisme, dan kesadaran warga negara.
1. Pemberdayaan Masyarakat
a. John Naisbit.
Dalam bukunya Global paradox, ia menulis "To be a
global powers, the company must give more role to th smallest part."Pada
intinya, Global Paradok membeikan pesan bahwa negara harus dapat memberikan
peranan sebesar-besarnya kepada rakyanya. Pemberdayaan masyarakat-dalam arti
memberikan peran alam bentuk aktivitas dan partisipasi masyarakat untuk
mencapai tujuan nasional-hanya dapat dilakanakan oleh negara-negara yang sudah
maju yang menjalankan Buttom up Planning Sedangkan negara-negara berkembang,
seperti Negara Kesatuan Republik Indonesia, masih melaksanakan program Top Down
Planning karena keterbatasan kualitas SDM. Karena itu, NKRI memerlukan landasan
operasional berupa GBHN (garis-garis Haluan Negara).
b. Kondisi Nasional.
Pembangunan Nasional secara
menyeluruh belum merata, sehingga terdapat kesenjangan dalam pembangunan antara
daerah kota maupun daerah desa. Kondisi tersebut menimbulkan kemiskinan dan
kesenjangan sosial di masyarakat dalam hal pembangunan maupun ekonomi. Apabila
kondisi ini berlarut-larut, melalui isu global yang mencakup demokratisasi, HAM
(hak asasi manusia), dan lingkungan hidup. Strategi baru yang di tegaskan oleh
Lester Thurow pada dasarnya telah tertuang dalam nilai-nilai falsafah bangsa
Indonesia, yaitu Pancasila yang mengamanatkan kehidupan yang serasi,selaras,
dan seimbang antara individu, masyarakat, bangsa, serta semesta dan
penciptanya. Dan uraian di atas taampak bahwa kapitalisme yang semula
dipratekkan untuk keuntungan diri sendiri kemudian berkembang menjadi strategi
baru guna mempertahankan paham kapitalisme di era globalisasi dengan menekan
negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, melalui isu global. Hal ini
sangat perlu diwaspadai karena merupakan tantangan bagi Wawasan Nusantara.
2. Kesadaran Warga Negara
a. Pandangan Bangsa Indonesia tentang
Hak dan Kewajiban.
Bangsa Indonesia melihat hak tidak terlepas dari
kewajiban. Manusia Indonesia, baik sebagai warga negara maupun sebagai warga
masyarakat, mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama. Hak dan
kewajiban dapat di bedakan namun tidak dapat di pisahkan karena merupakan satu
kesatuan. Tiap hak mengandung kewajiban dan demikian pula sebaliknya.
Kedua-duanya merupakan dua sisi dari satu mata uang yang sama. Negara kepulauan
Indonesia yang menganut paham Negara Kesatuan menempatkan kewajiban di muka.
Kepentingan umum masyarakat, bangsa, dan negara harus lebih di utamakan
daripada kepentingan pribadi atau golongan.
b. Kesadaran Bela negara.
Pada waktu merebut dan mempertahankan kemerdekaan,
Indonesia menunjukan kesadaran bela negara yang opyimal, dimana seluruh rakyat
bersatu paduberjuang tanpa mengenal perbedaan, pamrih dan sikap menyerah yang
timbul dari jiwa heroisme dan patriotisme karena perasaan senasib
sepenanggungan dan setia kawan dalam perjuangan fisik mengusir penjajah. Dalam
mengisi kemerdekaan, perjuangan yang dihadapi adalah khususnya dalam memeangi
keterbelakangan, kemiskinan, kesenjangan sosial, korupsi, kolusi dan nepotisme,
dan dalam mengusai IPTEK, meningkatkan kualitas SDM, serta menjaga persatuan
dan kesatuan bangsa. Di dalam perjuangan non fisik, kesadaran bela negara
mengalami penurunan fisik. Hal ini tampak dari kurangnya rasa prsatuan dan
kesatuan bangsa dan adanya beberapa daerah yang ingin memisahkan diri dari NKRI
sehingga mengarah ke disintegrasi bangsa. Dari uraian di atas mengenai
pandangan bangsa Indonesia tentang hak dan kewajiban serta kesadaran bela
negara yang di kaitkan dengan kesadaran warga negara secara utuh, tampak
kesadaran di dalam persatuan dan kesatuan mengalami penurunan. Anak-anak bangsa
belum sepenuhnya sadar bahwa, sebagai warga negara, mereka harus selalu
megutamakan kepentingan nasional di atas kepentingan pribadi atau golongan.
Kondisi ini merupakan tantangan bagi Wawasan Nusantara.
SUMBER :
http://vebrianz.wordpress.com/2011/12/09/makalah-wawasan-nusantara/
http://riivanda.blogspot.com/2012/03/jelaskan-berikan-contoh-implementasi.html
http://agusismyname.blogspot.com/2013/06/tantangan-implementasi-wawasan-nusantara.html
http://agusismyname.blogspot.com/2013/06/tantangan-implementasi-wawasan-nusantara.html
http://gatot_sby.staff.gunadarma.ac.id
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Easily Interested in Many Things
- Fernanda Dyah Ayuningtyas
Diberdayakan oleh Blogger.

0 komentar:
Posting Komentar